Tuesday, May 15, 2012
Friday, December 16, 2011
Label: heritage, environment
Notes
Gajah, Tikus dan [Satpol PP] kita
If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor. If an elephant has its foot on the tail of a mouse and you say that you are neutral, the mouse will not appreciate your neutrality.
[Desmond Tutu].
Hai para wartawan, humas pemerintah, humas perusahaan, pekerja NGO, anggota DPR, politisi, seniman, ibu rumah tangga, polisi, tentara, satpam, satpol PP, sipir penjara, PNS, karyawan swasta, guru, pendeta, imam, uztad, akademisi, kepala desa, ketua RT/RW, anggota DPR, anggota DPD, mentri, dokter, perawat, tukang ojek, komisaris dan karyawan KPK, KPU, pengawas ujian nasional, bendahara gaji, calo proyek, penyalur TKW, prostitute jalan, high-class protitute, anchorman/anchorwoman, presenter infotainment, suporter bola, pengurus PSSI, expatriat, pemilik perusahaan, staff HRD dst ingatlah bahwa sikap netral dalam sitauasi ketidakdilan kadang adalah kamuflase dari ketidakpedulian atau bahkan keberpihakan pada penindas.
Bersikaplah netral dalam sitausi yang tidak adil sama saja dengan mengambil posisi di pihak penindas...demikianlah kabar dari langit hari ini
![]() |
| http://www.upali.ch/mouse_en.html |
Hai para wartawan, humas pemerintah, humas perusahaan, pekerja NGO, anggota DPR, politisi, seniman, ibu rumah tangga, polisi, tentara, satpam, satpol PP, sipir penjara, PNS, karyawan swasta, guru, pendeta, imam, uztad, akademisi, kepala desa, ketua RT/RW, anggota DPR, anggota DPD, mentri, dokter, perawat, tukang ojek, komisaris dan karyawan KPK, KPU, pengawas ujian nasional, bendahara gaji, calo proyek, penyalur TKW, prostitute jalan, high-class protitute, anchorman/anchorwoman, presenter infotainment, suporter bola, pengurus PSSI, expatriat, pemilik perusahaan, staff HRD dst ingatlah bahwa sikap netral dalam sitauasi ketidakdilan kadang adalah kamuflase dari ketidakpedulian atau bahkan keberpihakan pada penindas.
Bersikaplah netral dalam sitausi yang tidak adil sama saja dengan mengambil posisi di pihak penindas...demikianlah kabar dari langit hari ini
Sunday, December 11, 2011
Bertemu Papa
Semalam mimpi ketemu papa. Wajahnya jelas, kelihatan sehat, mengenakan pakaian pegawai negeri kebesarannya. Sejak papa meninggal dua tahun lalu, belum pernah mimpi ketemu muka dengan papa. Sekali pernah, namun hanya suara: memintaku membawakan seafood kegemarannya. Aku selalu merindukan bertemu papa. Kali ini papa datang kepadaku. Papa, aku tak mengerti arti mimpi ini, namun aku merindukanmu selalu papa....cucu-cucumu sedang bertumbuh. mereka adalah penggantimu yang hebat. dalam banyak hal mereka mirip papa. Aku menyayangi mereka sebagaimana aku menyayangi papa. sangat....
Yang sulung, telah kau beri sebuah nama yang hebat. Nama yang akan menyertainya kemanapun ia pergi. Nama yang mengingatkankan akan jadi dirinya sebagai orang Rote dan syukur kepada Tuhan atas hidup yang diberikan. Tiadea Radakaran, sebuah paralelisme yang indah dalam bahasa Rote. Aku tak menyangka di saat upacara pemakaman papa, lagu Rote dengan syair yang menyebut nama anakku dinyanyikan. Teks nyanyian dalam bahasa Rote itu masih kusimpan.
Yang bungsu lahir hampir dua tahun setelah papa meninggalkan kami. Aku memberi namanya Rubamuri Zemira Messakh. Rubamuri adalah bahasa Sabu, bahasa ibunya yang berarti pengasihan Tuhan. Biarlah dia mendapat bagian dalam kelurga ibunya, seperti aku papa namakan Matheos, bagian
| Tiadea di pusara Opa di Batuplat |
Yang bungsu lahir hampir dua tahun setelah papa meninggalkan kami. Aku memberi namanya Rubamuri Zemira Messakh. Rubamuri adalah bahasa Sabu, bahasa ibunya yang berarti pengasihan Tuhan. Biarlah dia mendapat bagian dalam kelurga ibunya, seperti aku papa namakan Matheos, bagian
Saturday, December 10, 2011
Mungkinkah sebuah goresan korek api memicu revolusi?
Label: heritage, environment
Notes
![]() |
| Demonstran di Prancis mendukung 'Pahlawan Tunisia", 15 Jan. 2011 |
Monday, December 05, 2011
Meriam Bellina, Pance Pondaag dan sebuah lagu natal
Di sini, aku pun sendiriDan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki, hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini
Apapun, akan ku korbankan
Demi keutuhan engkau dan aku
Semua yang aku miliki, cinta dan kerinduan
Kasih semua untukmu
Saat ini aku pun tak ingin sendiri
Kucari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau kukasihi
Di sini, aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki, hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini
Saat ini aku pun tak ingin sendiri
Kucari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau kukasihi
Betapa engkau kukasihi
Masih ingat lagu di atas? Yang lahir tahun 80-an kemungkinan pernah mendengar lagu yang dipopulerkan Meriam Bellina ini.
Friday, December 02, 2011
Rumah nenek dan kakek di tepi padang
Label: heritage, environment
Notes
[Sebuah surat kepada nenek di saat ulang tahunnya. Bagian awalnya ditulis dalam bahasa Rote, namun bagian akhirnya dalam bahasa Indonesia]
Mama a,
Mama a,
Selamat fai boboki mama. Mama ka leo bea? Mama ka teu bau
bea ia so? Au ta pernah afarene mama ka fai boboki ma, te fai ia au afarene.
Mo upu-ana mara leo bea? Mon tui nae mama ka mamhedi? Oso
talalu sue uma ndia ho, la’o-la’o lai esa lai dua leo to’o sara meu dei.
Bahasa-bahasa baru Tiadea
Label: heritage, environment
Notes
| Tiadea sedang mengamati kupu-kupu di taman tengah dekat rumah |
Selama kurang lebih lima bulan ia bersama ibunya ke Kupang dan saya sendiri terheran-heran dengan sejumlah bahasa baru yang dia gunakan.
Kadang, saya harus bertanya ke ibunya atau nanny-nya.Beberapa contoh kalimat milik "asli" milik Tiadea antara lain:
Subscribe to:
Posts (Atom)





