Subscribe in as a reader

Friday, December 16, 2011

Gajah, Tikus dan [Satpol PP] kita

http://www.upali.ch/mouse_en.html
If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor. If an elephant has its foot on the tail of a mouse and you say that you are neutral, the mouse will not appreciate your neutrality. [Desmond Tutu].

Hai para wartawan, humas pemerintah, humas perusahaan, pekerja NGO, anggota DPR, politisi, seniman, ibu rumah tangga, polisi, tentara, satpam, satpol PP, sipir penjara, PNS, karyawan swasta, guru, pendeta, imam, uztad, akademisi, kepala desa, ketua RT/RW, anggota DPR, anggota DPD, mentri, dokter, perawat, tukang ojek, komisaris dan karyawan KPK, KPU, pengawas ujian nasional, bendahara gaji, calo proyek, penyalur TKW, prostitute jalan, high-class protitute, anchorman/anchorwoman, presenter infotainment, suporter bola, pengurus PSSI, expatriat, pemilik perusahaan, staff HRD dst ingatlah bahwa sikap netral dalam sitauasi ketidakdilan kadang adalah kamuflase dari ketidakpedulian atau bahkan keberpihakan pada penindas.

Bersikaplah netral dalam sitausi yang tidak adil sama saja dengan mengambil posisi di pihak penindas...demikianlah kabar dari langit hari ini

Sunday, December 11, 2011

Bertemu Papa

Semalam mimpi ketemu papa. Wajahnya jelas, kelihatan sehat, mengenakan pakaian pegawai negeri kebesarannya. Sejak papa meninggal dua tahun lalu, belum pernah mimpi ketemu muka dengan papa. Sekali pernah, namun hanya suara: memintaku membawakan seafood kegemarannya. Aku selalu merindukan bertemu papa. Kali ini papa datang kepadaku. Papa, aku tak mengerti arti mimpi ini, namun aku merindukanmu selalu papa....cucu-cucumu sedang bertumbuh. mereka adalah penggantimu yang hebat. dalam banyak hal mereka mirip papa. Aku menyayangi mereka sebagaimana aku menyayangi papa. sangat....

Tiadea di pusara Opa di Batuplat
Yang sulung, telah kau beri sebuah nama yang hebat. Nama yang akan menyertainya kemanapun ia pergi. Nama yang mengingatkankan akan jadi dirinya sebagai orang Rote dan syukur kepada Tuhan atas hidup yang diberikan. Tiadea Radakaran, sebuah paralelisme yang indah dalam bahasa Rote. Aku tak menyangka di saat upacara pemakaman papa, lagu Rote dengan syair yang menyebut nama anakku dinyanyikan. Teks nyanyian dalam bahasa Rote itu masih kusimpan.

Yang bungsu lahir hampir dua tahun setelah papa meninggalkan kami. Aku memberi namanya Rubamuri Zemira Messakh. Rubamuri adalah bahasa Sabu, bahasa ibunya yang berarti pengasihan Tuhan. Biarlah dia mendapat bagian dalam kelurga ibunya, seperti aku papa namakan Matheos, bagian

Saturday, December 10, 2011

Mungkinkah sebuah goresan korek api memicu revolusi?


Demonstran di Prancis mendukung 'Pahlawan Tunisia", 15 Jan. 2011
Pemberontakan rakyat yang menjatuhkan seorang diktator di Tunisia pada awal tahun 2011 dimulai ketika seorang pemuda berusian 26 tahun Mohamed Bouazizi membakar dirinya sendiri ketika polisi menyita gerobak buahnya. Copycat terhadap tindakan Mohamed ini kemudian menyebar di seluruh Afrika Utara. Mohamed membakar dirinya pada 17 Desember 2011, dan pada awal Januari 2011 tiga orang di Aljazair, seorang tukang Roti di Mesir, dan seorang laki-laki di Mauritania membakar diri mereka. Protes di Tunisia itulah yang meluas ke perlawanan rakyat di seluruh Arab yang dikenal dengan Arab Spring.

Monday, December 05, 2011

Meriam Bellina, Pance Pondaag dan sebuah lagu natal

Di sini, aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki, hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini

Apapun, akan ku korbankan
Demi keutuhan engkau dan aku
Semua yang aku miliki, cinta dan kerinduan
Kasih semua untukmu

Saat ini aku pun tak ingin sendiri
Kucari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau kukasihi

Di sini, aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki, hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini

Saat ini aku pun tak ingin sendiri
Kucari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau kukasihi
Betapa engkau kukasihi

Masih ingat lagu di atas? Yang lahir tahun 80-an kemungkinan pernah mendengar lagu yang dipopulerkan Meriam Bellina ini.

Friday, December 02, 2011

Rumah nenek dan kakek di tepi padang


[Sebuah surat kepada nenek di saat ulang tahunnya. Bagian awalnya ditulis dalam bahasa Rote, namun bagian akhirnya dalam bahasa Indonesia]

Mama a,
Selamat fai boboki mama. Mama ka leo bea? Mama ka teu bau bea ia so? Au ta pernah afarene mama ka fai boboki ma, te fai ia au afarene.
Mo upu-ana mara leo bea? Mon tui nae mama ka mamhedi? Oso talalu sue uma ndia ho, la’o-la’o lai esa lai dua leo to’o sara meu dei. 

Creo que el mundo es bello,
que la poesía es como el pan, de todos.


I believe the world is beautiful
and that poetry, like bread, is for everyone.
—Martín Espada

Bahasa-bahasa baru Tiadea



Tiadea sedang mengamati kupu-kupu di taman tengah dekat rumah
Sejak beberapa bulan terakhir Tiadea sudah semakin memiliki banyak kosa kata. Tapi seperti umumnya anak-anak yang baru belajar berbicara, ia punya bahasa-bahasa sendiri yang kadang harus diketahui konteksnya barulah bisa dimengerti.

Selama kurang lebih lima bulan ia bersama ibunya ke Kupang dan saya sendiri terheran-heran dengan sejumlah bahasa baru yang dia gunakan.

Kadang, saya harus bertanya ke ibunya atau nanny-nya.Beberapa contoh kalimat milik "asli" milik Tiadea antara lain: